
Teknik Storytelling Dalam Fotografi, Buat Produk Lebih Hidup
Teknik storytelling dalam fotografi merupakan pendekatan yang bagus ke calon pelanggan. Mereka bukan hanya melihat, tetapi bisa merasakannya secara langsung, sehingga lebih mudah diingat dan kemungkinan checkout tinggi.
Metode pengambilan gambar dengan bercerita memberikan pengalaman secara alami. Jadi bukan menunjukkan apa produknya, melainkan memberi tahu kepada calon pembeli, mengapa mereka harus membelinya.
Daftar Isi
Cara Melakukan Teknik Storytelling Dalam Fotografi
Teknik bercerita seperti ini memang mendorong para konsumen untuk segera membeli karena, mereka merasa produk tersebut sesuai dengan kebutuhan. Bahkan, beberapa merasa mampu memberikan solusi untuk mengatasi permasalahannya.
Pada dasarnya, melakukan pengambilan foto dengan gaya bercerita seperti ini sebenarnya cukup mudah. Berikut akan kami sampaikan beberapa caranya, simak dan perhatikan dengan baik agar hasilnya tidak mengecewakan :
Bercerita Tentang Gaya Hidup
Poin pertama yang perlu dilakukan adalah menceritakan tentang gaya hidup, bukan soal produknya sendiri. Sebagai contoh, kamu punya produk kopi, jangan hanya meletakkannya begitu saja, lalu di jepret.
Usahakan mengambil gambarnya harus sesuai target pasar, selain itu penentuan tempat juga sangat berpengaruh, sesuaikan kehidupan nyatanya. Misalnya, menaruh kopi tersebut di atas meja, pada pagi hari.
Kemudian tambahkan buku dengan suasana cozzy, jika dalam bentuk pouch tidak ada salahnya memasukkan elemen kopi hitam yang baru diseduh. Gaya seperti ini cukup relate, karena mereka bisa membayangkan secara langsung momen tersebut.
Sekedar informasi, teknik seperti ini sebenarnya lebih menekankan pada emosi setiap pelanggan. Perasaan tersebut dapat mempengaruhi keputusan mereka loh, dan kebanyakan langsung checkout loh!
Tambahkan Model
Agar storytelling berjalan cukup baik, kamu dapat menambahkan model. Hal ini mampu membantu menciptakan sebuah koneksi emosional dari para konsumen yang melihatnya, rasanya orang di foto itu seperti mereka sendiri.
Dalam pengambilan gambar tersebut, lebih ditekankan ke ekspresi wajahnya setelah memakai produk tersebut seperti apa. Selanjutnya, ke tangan saat memegangnya serta berbagai kegiatan ketika memakainya.
Namun dalam memilih model tersebut jangan sampai salah loh. Usahakan sesuai target pasar, misalnya anak mahasiswa, modelnya maksimal usia 25 tahun terutama bagi produk untuk anak atau kecantikan.
Mode Candid
Teknik storytelling fotografi berikutrnya mode candid atau diambil tanpa ada pengarahan. Dibandingkan dengan pose yang begitu saja atau statis, lebih baik cobalah untuk membuatnya secara langsung dengan menuangkan air ke gelas.
Bisa juga ketika kamu membuka kemasaannya atau meminumnya. Momen-momen ini menciptakan kesan alami yang lebih hidup. Mode candid sangat bagus dalam memberikan kesan nyata sebuah gambar.
Konsep tersebut memberikan kesan bahwa kamu menyampaikan sebuah informasi, walau pada akhirnya tetap jualan juga. Namun, saat konsumen melihatnya hal seperti itu seperti tersamarkan, jika menjadi sebuah content bisa jadi akan banyak penonton melihatnya.
Hadirkan Properti Pendukung
Berikutnya adalah menghadirkan properti pendukung, tetapi jangan asal ya! Penambahan aksesoris tersebut harus mendukung narasi dari produk, jadi bukan hanya sekedar hiasan begitu saja.
Sebagai contoh, ketika kamu ingin menjual skincare dengan bahan aloe vera, tidak ada salahnya untuk menambahkan lidah buaya, atau beberapa kandungan didalamnya agar pembeli merasa yakin.
Penambahan properti ini akan mampu memperjelas fungsi dari produk tersebut. Jika menambahkan lidah buaya, maka informasi yang tersampailkan jelas, mulai dari kandungan sampai manfaatnya, tanpa harus menulis deskripsi terlalu panjang.
Kesimpulan
Teknik storytelling fotografi untuk saat ini memang sangat tepat, apalagi di tengah persaingan bisnis online semakin ketat. Kamu harus pintar-pintar mengajak orang untuk membelinya tanpa harus mengatakannya.
Rasanya sulit mendapatkan hasil sesuai metode yang diinginkan? Jangan khawatir, karena ada shaniba creative yang siap menceritakan semua produk kamu ke konsumen, tinggal kirim barangnya, lalu tunggu hasilnya!




Semua Komentar 1
Pingback: Kapan Harus Menyewa Jasa Foto Produk Profesional?