Kesalahan dalam foto produk

Kesalahan Dalam Foto Produk Ini Selalu kamu Lakukan, Apa Saja?

Yudha Epsen SetyawanFotografi Tinggalkan Komentar

Tanpa disadari, sampai saat ini ada beberapa kesalahan dalam foto produk yang sering kamu lakukan. Hal tersebut wajar saja, karena untuk menghasilkan gambar bagus sekaligus menjual memang perlu berbagai macam teknik.

Jadi bukan asal jepret saja lalu bisa posting, memang secara kasat mata foto itu terlihat mengesankan. Namun, setelah masuk ke dunia online dan bersaing dengan jutaan produk dari berbagai brand lain, pasti sangat terasa, terutama soal kemungkinan pelanggan checkout.

Kesalahan Dalam Foto Produk yang Kamu Lakukan Tanpa Disadari

Kami meyakini, ketika kamu melihat kembali hasil potretnya pasti merasa sudah bagus dan tidak kalah dengan brand lain. Namun, kalau melihatnya dari kacamata fotografi produk pasti ada kesalahan kecil sering dilakukan.

Oleh karena itu, di bawah ini kami akan membahas beberapa kesalahan yang sering kamu lakukan selama ini, tetapi tidak pernah menyadarinya sama sekali, apa saja itu? Simak pembahasannya dan cobalah untuk mengubahnya, agar lebih banyak yang checkout.

1. Kurang Memahami Produk

Banyak orang melakukan kesalahan dengan tidak benar-benar memahami produk yang ingin mereka promosikan. Sebagai contoh, ketika ingin menawarkan skincare dengan bahan alami seperti aloe vera atau lidah buaya.

Namun, saat kamu mengambil gambarnya, menggunakan background neon atau berbagai tekstur metalik sehingga konsumen tidak mampu menangkap skincare tersebut. Kondisi tersebut memang terlihat sederhana, hanya saja dampaknya cukup besar.

Selain itu, saat mengambil foto terkadang melalaikan unique selling point atau bahasa kerennya adalah keunikan dari barang yang akan dijual. Jika ini terjadi, sudah saatnya untuk merubahnya sejak sekarang.
Unique selling point merupakan keunggulan atau kelebihan barang tersebut dibandingkan kompetitor lainnya. Maka dari itu, wajib mendapatkan perhatian khusus, kalau perlu pakai teknik zoom dan blur agar konsumen fokus ke informasi tersebut.

2. Tidak Mengatur Komposisi Dengan Baik

Kesalahan berikutnya adalah tidak mengatur komposisinya dengan baik, sehingga tampilannya kurang meyakinkan. Bukan hanya itu saja, orang yang melihatnya juga bingung bahkan membuat mereka tidak jadi membeli.

Salahnya dalam mengatur komposisi juga membuat fokusnya tidak jelas, bisa jadi mata penonton tidak melihat pada barangnya melainkan lainnya sehingga, informasi yang seharusnya dapat tersampaikan menjadi kabur.

Parahnya lagi, kesalahan tersebut dapat mengganggu brand image. Konsumen juga akan mengira bahwa kamu tidak profesional dan cenderung mengurangi tingkat kepercayaannya, kalau sudah begini kemungkinan membeli hanya 10%.

3. Pencahayaan Tidak Bagus

Kesalahan dalam foto produk berikutnya adalah teknik pencahayaannya tidak bagus, kondisi tersebut sangat berdampak pada produk loh! Coba bayangkan kalau kamu menawarkan sesuatu tetapi gambarnya tampak gelap, atau bahkan sisi terangnya kurang rata.

Cahaya disini memberikan dampak besar pada tingkat detailnya, mulai dari informasi, bentuk, corak, sampai teksturnya. Pencahayaan tidak terkontrol membuat persepsinya kacau, misalnya warna aslinya adalah kuning, tetapi di tampilan terlalu pekat, hal itu dapat mengecewakan mereka loh, sehingga memberikan penilaiannya buruk.

4. Pengaturan Kamera Otomatis

Kebanyakan kamera kelas atas saat ini telah dilengkapi teknologi AI, sehingga mampu menghasilkan gambar yang baik tanpa perlu pengaturan manual. Namun, kami sarankan untuk tidak menggunakannya dan tetap memakai pengaturan manual saja.

Pengaturan otomatis memang mudah, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Ada kalanya warna kurang tajam, terlalu terang atau gelap, keaslian coraknya menjadi terganggu dan hal itu cukup dibenci oleh pelanggan.

Selain itu, kualitas gambarnya kurang bagus, bisa jadi juga muncul noise dan itu sangat mengganggu. Jika masih menggunakan pengaturan otomatis, lebih baik mulai dari sekarang ubah ke manual dan lihat bagaimana perbedaannya.

5. Software Editing Seadanya

Kesalahan berikutnya adalah tidak menggunakan software editing premium atau berbayar. Ketika menggunakan aplikasi gratis, maka akses kamu sangat terbatas hal tersebut membuat tingkat kreativitasnya menjadi kurang.

Harus diakui, software berbayar ini memang cukup mahal. Namun, ketika memakainya hasilnya benar-benar terlihat profesional, hal inilah yang membuat konsumen lebih percaya dan mau untuk membelinya.

Kesimpulan

Mengambil foto untuk berbagai produk memang tidak mudah, karena ada banyak detail harus dipenuhi agar para pembeli bisa percaya tanpa harus memberikan deskripsi berlebihan. Maka dari itu, kesalahan yang kami sebutkan jangan kamu ulangi.

Jika merasa keberatan dan ide untuk foto produk stuck, jangan khawatir. Langsung kirimkan saja ke shaniba creative, agar kesalahan dalam foto produk tersebut dapat terhindar dan hasilnya sesuai harapan, kami tunggu!

Bagikan artikel ini ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *