
Brief Foto Produk untuk Google Merchant Center: Gambar Utama, Detail, dan Rencana 2027

Anda punya foto produk yang menarik untuk media sosial, tetapi belum tentu file yang sama cocok menjadi gambar utama di Google Merchant Center. Banner diskon, susunan beberapa varian, atau properti yang dominan bisa membuat pembeli sulit memahami barang yang sebenarnya dijual. Karena itu, brief foto sebaiknya dimulai dari fungsi setiap gambar, bukan hanya referensi gaya.
Untuk menyiapkan foto produk Google Merchant Center, pisahkan kebutuhan identifikasi barang, penjelasan detail, dan penggunaan dalam konteks. Dengan pembagian ini, Anda bisa menentukan foto yang perlu dibuat ulang, memanfaatkan arsip yang masih akurat, serta merencanakan resolusi untuk ketentuan 2027 tanpa mencampurkannya dengan tanggal mulai penerapan.
Daftar Isi
Pisahkan gambar utama dan pendukung

Google menggunakan atribut image_link untuk gambar utama dan mewajibkannya pada setiap produk. Sudut alternatif atau foto detail dapat dikirim melalui additional_image_link; gambar tambahan bersifat opsional tetapi direkomendasikan, dengan batas hingga 10 gambar tambahan per produk. [1][2]
Dalam brief, beri gambar utama tugas sederhana: memperlihatkan dengan jelas produk yang akan diterima pembeli. Google meminta gambar utama menampilkan barang yang tepat, tanpa elemen promosi atau overlay yang menghalangi tampilan produk. Jangan tambahkan harga, ajakan membeli, watermark, maupun logo toko dalam proses penyuntingan. Logo yang memang menjadi bagian fisik produk berbeda dari logo yang ditempelkan ke foto. [1]
Untuk barang fisik biasa, latar polos sering menjadi pilihan praktis agar bentuk mudah dibaca; ini pilihan pengarahan visual, bukan pernyataan bahwa semua kategori wajib berlatar putih. Sisakan ruang yang cukup agar ujung produk tidak terpotong dan pantulan tidak menyamarkan bentuk. Minta versi bersih tersendiri bila tim pemasaran juga memerlukan desain berteks untuk kanal lain.
Contoh hipotetisnya, satu botol minum dijual tanpa aksesori. Foto utama memperlihatkan botol tersebut, bukan botol bersama tas yang dibeli terpisah. Google melarang memasukkan produk lain yang tidak dijual bersama produk utama. Sementara itu, gambar tambahan boleh memperlihatkan penataan produk, pemakaian, atau bagian tertentu tanpa menampilkan keseluruhan barang. [1][2]
Pilih sudut dan detail produk yang menjawab pertanyaan

Jangan mengisi semua slot hanya karena tersedia. Buat daftar pertanyaan pembeli: seperti apa sisi belakangnya, bagaimana penutupnya bekerja, atau bagaimana permukaan bahannya terlihat? Setiap sudut sebaiknya memberi informasi baru. Dua foto dengan pergeseran kamera sangat kecil mungkin kurang berguna dibanding satu foto detail yang tajam.
Untuk contoh botol tadi, Anda dapat merencanakan tampak tiga perempat, sisi belakang, detail ulir tutup, dan foto saat digunakan. Untuk tas, kebutuhan bisa bergeser menjadi bagian dalam, jahitan, serta sambungan tali. Ini usulan shot list, bukan jumlah foto atau susunan yang diwajibkan Google.
Catat pula hubungan foto dengan SKU, yaitu kode identitas barang dalam katalog Anda. Google menyarankan gambar khusus untuk setiap varian yang memperlihatkan warna, pola, finishing, dan material sesuai pilihan yang dijual. Jangan mengandalkan satu foto umum untuk beberapa warna atau menampilkan kumpulan warna sebagai pengganti gambar varian yang dipilih. [1]
Siapkan sampel yang benar sebelum pemotretan. Jika kemasan berubah, tandai arsip lama agar tidak tercampur. Minta koreksi warna yang menjaga karakter barang, bukan sekadar membuatnya lebih pekat. Saat memilih hasil, periksa apakah tekstur masih masuk akal dan detail penting tidak hilang karena pantulan atau retouching berlebihan.
Gunakan tabel sederhana berisi SKU, warna, fungsi gambar, sudut, dan nama file. Tambahkan kolom penanggung jawab persetujuan. Dengan begitu, pemilik brand memeriksa ketepatan produk, fotografer memahami kebutuhan visual, dan pengelola katalog tidak harus menebak hubungan file dengan barang.
Catat ketentuan gambar dan tanggal efektif 2027

Google mengumumkan persyaratan baru minimal 500 × 500 piksel untuk seluruh produk, mulai 31 Januari 2027. Halaman spesifikasi data memperjelas bahwa penerapan persyaratan baru dimulai pada tanggal tersebut. Artinya, Anda dapat menyiapkan file untuk standar baru sebelum tanggal penerapannya. [1][5]
Tabel ukuran pada halaman gambar utama saat ini sudah mencantumkan minimal 500 × 500 piksel. Google juga merekomendasikan sekitar 1500 × 1500 piksel atau lebih, membatasi gambar hingga 64 megapiksel dan file hingga 16 MB. Angka 1500 tersebut adalah rekomendasi, bukan batas minimum baru. Untuk brief pemotretan sekarang, mintalah hasil yang memenuhi sasaran resolusi ini sejak awal, sambil tetap membedakan ukuran file dengan tanggal penerapannya. [1]
Format yang didukung mencakup JPEG, WebP, PNG, GIF, BMP, dan TIFF; ekstensi file harus sesuai dengan format sebenarnya. URL gambar juga harus dapat diakses Googlebot dan Googlebot-image. Artinya, file yang sudah benar secara visual masih perlu diserahkan kepada pengelola website untuk pemeriksaan akses, bukan hanya dikirim sebagai lampiran percakapan. [1]
Periksa file hasil ekspor, bukan hanya foto master. Gambar yang tajam di layar penyuntingan bisa kehilangan detail setelah kompresi. Jika gambar produk dibuat dengan AI generatif, Google mensyaratkan metadata yang menunjukkan asal tersebut dan meminta metadata tertanam seperti IPTC DigitalSourceType tetap dipertahankan. Jangan menyamakan ilustrasi penjelas artikel dengan foto barang yang siap dimasukkan ke katalog. [1]
Checklist brief untuk fotografer dan pengelola katalog
Sebelum meminta penawaran atau menjadwalkan pemotretan, rangkum keputusan Anda dalam satu dokumen. Hindari brief yang hanya berbunyi “foto seperti referensi”; jelaskan bagian referensi yang ingin ditiru, misalnya arah cahaya atau keterbacaan bahan, tanpa meminta perubahan bentuk produk.
- Barang: daftar SKU, varian, isi penjualan, dan kondisi kemasan terbaru.
- Gambar utama: satu pilihan yang jelas untuk setiap produk, tanpa desain promosi tambahan.
- Gambar pendukung: sudut dan detail yang menjawab pertanyaan nyata pembeli.
- Penyerahan: target resolusi, format ekspor, penamaan file, serta pemisahan master dan file unggah.
- Persetujuan: siapa yang memeriksa warna, kelengkapan barang, dan kecocokan file dengan SKU.
- Implementasi: siapa yang memeriksa URL, akses gambar, dan masalah yang muncul di Merchant Center.
Brief yang jelas membantu koordinasi, tetapi tidak menjamin persetujuan Google. Foto dan data katalog tetap perlu diperiksa sebagai satu kesatuan. Bila Anda ingin mendiskusikan kebutuhan pemotretan, lihat layanan foto produk Shaniba Creative Industry [3], lalu bawa daftar SKU dan contoh kebutuhan melalui kontak SCI [4]. Mulailah dari ruang lingkup gambar yang benar-benar Anda perlukan, bukan janji hasil yang belum dapat dipastikan.
Sumber:
- [1] Google: Image link
- [2] Google: Additional image link
- [3] Shaniba Creative Industry: Jasa Foto Produk
- [4] SCI: Hubungi SCI
- [5] Google: Product data specification



