Membuat Foto Produk Masakan dengan Baik

Foto Produk Masakan akan Tampil Maksimal dengan 3 Teknik Foto Ini

Teguh Shaniba Bisnis, Editing Foto, Fotografi, Kuliner Tinggalkan Komentar

Membuat Foto Produk Masakan dengan Baik

Membuat Foto Produk Masakan dengan Baik – Photo by Eaters Collective on Unsplash

Dalam dunia fotografi, foto produk masakan disebut juga dengan food photography. Jenis fotografi ini menampilkan segala bentuk makanan sebagai obyek kamera. Produk masakan ini tidak hanya dijadikan sebagai penghias resep, tapi juga ditempatkan dalam katalog penjualan.

Contoh food photography bisa terlihat pada buku menu restoran. Untuk menarik konsumen, buku menu harus dirancang sebaik mungkin. Tatanan gambar masakan harus menggambarkan cita rasa sebuah masakan. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi fotografer. Maka sebaiknya, terapkan 3 teknik foto agar masakan terlihat sedap.

#1 Pencahayaan untuk Foto Produk Masakan

Teknik pencahayaan dalam foto produk masakan tidak boleh dilupakan. Kondisi cahaya dapat mempengaruhi hasil foto. Sehingga memerlukan pengaturan cahaya yang tepat agar masakan dapat menggugah selera makan. Tanpa cahaya, makanan lezat memberi kesan pada pandangan pertama.

Sebagus-bagusnya kamera tanpa cahaya yang tepat, maka foto akan gelap. Sorotan cahaya yang diatur dengan baik dapat menampilkan warna dan tekstur makanan. Sehingga tidak perlu melakukan proses tambahan, seperti mengedit.

Kualitas cahaya bisa didapatkan secara alami maupun menggunakan perangkat bantuan. Sayangnya, cahaya matahari dapat menyebabkan hasil foto kekuningan. Tentu ini menjadi kendala saat dilakukan pemotretan di luar ruangan.

Sedangkan untuk foto studio biasa menggunakan cahaya tambahan dari lampu flash atau LED. Cara ini bisa digunakan untuk mengatasi masalah perubahan warna. Seberapa banyak cahaya yang diperlukan dapat diatur. Lampu flash dapat memberikan kesan bermakna pada makanan. Hanya saja bayangan tajam dan keras bisa terbentuk karena penggunaan yang salah.

Bayangan tersebut dapat dinetralkan menggunakan reflector. Alat ini dapat menerangi bagian yang gelap. Agar hasil nampak maksimal, background putih sering dipilih pada foto studio. Karena memiliki kemampuan menetralkan cahaya. Maka dari itu, Shaniba Creative Industry berani melengkapi peralatan canggih.

#2 Pengambilan Sudut Gambar untuk Foto Produk Masakan

Tantangan selanjutnya agar tercipta foto makanan yang sedap adalah tahap pengambilan gambar. Diperlukan teknik yang tepat dalam mengambil sudut atau angle. Memotret dari angle yang salah dapat mengubah suasana. Uniknya, foto produk masakan ini bisa diambil dari berbagai sudut. Foto menu restoran atau catering biasa terlihat berkelas saat dijepret.

  • High Angle View

Foto Produk Masakan High Angle View

High Angle Food Photography – Photo by Heather Ford on Unsplash

Dalam pengambilan gambar high angle view, posisi kamera tepat diatas makanan. Ini berarti kamera akan mengambil jepretan langsung dari atas makanan. Teknik pengambilan sudut ini sering kali diterapkan. Hasilnya pun tidak pernah mengecewakan.

Sorotan kamera dapat menjangkau lebih luas ke dalam makanan yang dihidangkan. Sehingga tidak hanya makanan yang terlihat, tapi juga peralatan dan properti yang digunakan. Cara ini menunjukkan bagaimana masakan tersebut dibuat dengan beberapa jenis bahan masakan di sekeliling hidangan.

  • Eye Level

Sudut eye level merupakan posisi yang paling umum dalam foto masakan. Kamera diposisikan sejajar dengan obyek. Termasuk dari segi ketinggian turut disamakan. Posisi ini memungkinkan seseorang terpaku dengan tekstur dan bentuk hidangan.

Angel foto ini biasanya digunakan untuk menangkap aktivitas. Di dunia kuliner, sudut pandang ini bertujuan untuk menampilkan gambar makanan yang detail. Terkadang ditambahkan gaya seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu. Sehingga terlihat seperti melakukan kegiatan sehari-hari.

  • Low Angle

Foto Produk Masakan Low Angle

Low Angle Food Photography – Photo by Ishan @seefromthesky on Unsplash

Pengambilan foto produk masakan secara low angle cukup jarang dilakukan oleh fotografer. Tapi sangat dimungkinkan terjadi. Karena keinginan menunjukkan obyek dengan cara berbeda.

Pada sudut pandang ini, posisi makanan lebih tinggi daripada kamera. Sehingga kamera akan membidik makanan dari samping bawah. Pemotretan ini menampilkan kesan tangguh, elegan dan megah.

Tak heran jika angle ini lebih banyak digunakan pada fotografi cityscape. Akan tetapi, hasil foto pada masakan akan terlihat dramatis. Bisa menggunakan konsep menabur garam atau menyiram saus pada makanan yang dihidangkan.

  • Bird’s Eye View

Foto Produk Masakan Bird Eye View

Bird Eye View Food Photography – Photo by Randy Fath on Unsplash

Sama-sama ditempatkan di atas makanan. Tapi, sudut ini menghasilkan tampilan berbeda dari high angle view. Perbedaan keduanya terletak pada sudut kemiringan pengambilan obyek. Kamera dan makanan diposisikan tegak lurus. Pemotretan ini biasa digunakan untuk flat lay.

Teknik pengambilan gambar ini benar-benar meniru pandangan mata seekor burung. Hasil foto akan terkesan luas dan lebar. Dengan begitu akan memunculkan perspektif lain terhadap benda-benda yang berada disekeliling obyek masakan.

  • Frog Eye View

Food Photography Frog Eye View

Frog Eye View Food Photography – Photo by Erik Odiin on Unsplash

Pada angle ini, kamera ditempatkan sejajar dengan permukaan bidang. Dengan kata lain kamera diletakkan pada meja makan restoran. Perlu usaha ekstra agar mendapatkan hasil maksimal karena fotografer harus rela duduk atau berjongkok.

Usaha fotografer tak berhenti disitu. Karena harus memidik obyek yang sekiranya menarik dan bernilai lebih. Fotografer perlu menimbang angle dan komposisi. Sudut pandang ini memberi kesan tinggi dan mewah.

Agar mendapatkan gambar yang maksimal, sebaiknya tidak menggunakan flash. Sorotan lampu flash dapat meninggalkan seberkas cahaya pada makanan. Saat mengambil gambar di luar ruangan dengan cahaya alami, maka pilih saat cuaca cerah.

#3 Editing Foto Produk Masakan

Tidak ada yang salah dengan mengedit atau merubah foto. Kegiatan ini sangat lumrah dilakukan di studio kami. Alasannya, bukan untuk bersenang-senang atau menipu, tapi untuk memperbaiki kualitas hasil foto. Sehingga produk masakan nampak jernih dan menarik.

Agar terlihat menarik, sering kali seseorang melakukan proses edit secara berlebihan. Harapannya, Hasil akhir foto terlihat sempurna. Sayangnya, foto tersebut akan terlihat aneh saat melakukan editing berlebihan.

Proses edit oleh Shaniba Creative Industry terbilang normal dan wajar. Untuk menghindari editing foto yang berlebihan, perlu mengingat aspek dibawah ini:

  • Perhatikan Saturasi

Sebelum memotret, sebaiknya periksa dulu pengaturan kamera. Untuk menunjukkan makanan dicap sedap, terkadang perlu menaikkan saturasi warna. Tapi tidak boleh dilakukan berlebihan. Saturasi yang terlalu tinggi dapat merusak warna dan tekstur makanan.

Saturasi sendiri merupakan nilai dari warna-warna di dalam foto. Semakin tinggi nilainya, maka warna pada foto akan lebih menyala. Nilai saturasi dapat diubah hingga terlihat selaras.

  • Menggunakan Fitur Kontras dan Terang dengan Bijak

Foto mentahan yang belum diedit tidak selalu bagus. Terutama dengan kecerahan gambar. Terang dan gelap foto dapat diedit menggunakan fitur contrast dan brightness.

Apabila jepretan makanan yang diambil menampilkan warna yang monoton, bisa memainkan fitur ini. Kurangnya keragaman warna pada food photography dapat diatasi dengan menaikkan contrast.

Apabila terlalu terang atau gelap dapat mengubah nilai brightness. Sehingga terbentuk keindahan warna dan detail makanan yang diinginkan. Detail tekstur makanan yang tak berubah akan menggugah selera.

Dengan fitur brightness, fotografer Shaniba Creative Industry dapat menambah maupun mengurangi kecerahan gambar. Karena aplikasi yang digunakan sangat lengkap. Sehingga foto makanan tampak maksimal.

Menggunakan Jasa Studio Foto Komersial untuk Membuat Foto Produk Masakan Berkualitas

Membuat foto produk masakan yang bagus membutuhkan skill dan peratalan khusus agar hasilnya maksimal. Kedua hal tersebut sudah tentu tidak dimiliki oleh semua orang terutama dalam hal skill. Butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit agar kita bisa memiliki kemampuan fotografi yang pas. Selain itu kemampuan food styling juga diperlukan agar produk tampak lebih menggiurkan dalam foto.

Membuat foto sebenarnya perkara mudah, selama ada kamera maka foto bisa dibuat ketika itu juga. Hanya saja bila foto tersebut akan digunakan untuk kepentingan promosi perusahaan sudah tentu harus dibuat dengan maksimal bukan? Bila skill, peralatan, ataupun waktu menjadi kendala Anda dalam membuat foto produk masakan yang bagus maka solusi terbaik adalah menggunakan jasa studio fotografi komersial. Ada banyak pilihan studio fotografi komersial diluaran sana namun yang cukup direkomendasikan adalah Shaniba Creative Industry.

Shaniba Creative Industry Adalah Partner Terbaik untuk Bisnis Anda

Shaniba Creative Industry adalah studio fotografi komersial yang berfokus memberikan layanan foto produk untuk kebutuhan bisnis. Selain itu juga ada layanan editing retouching foto dan jasa foto portrait untuk membuat profil bisnis profesional. Yang paling menarik adalah Shaniba Creative Industry menyediakan layanan jasa foto masakan yang sudah lengkap dengan food styling dan editing mendetail dalam satu harga. Selain itu proses review dan penyerahan foto semuanya dapat dilakukan secara online sehingga sangat efisien dari segi waktu.

Shaniba Creative Industry melayani beragam konsep baik dari konsep foto katalog produk hingga konsep tematik yang dapat disesuaikan dengan keinginan Anda. Anda dapat mengonsultasikan konsep Anda langsung ke customer service melalui Whatsapp di nomor 081 911 911 999 atau Telegram 081 911 911 999 / @shanibacreative. Informasi lebih lanjut ataupun portofolio lengkap bisa di cek langsung di website resminya www.shanibacreative.com.

Demikian beberapa tips membuat foto produk masakan yang bagus dan maksimal untuk promosi produk. Tips mana saja yang sudah Anda coba?

Bagikan artikel ini ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.