Perbedaan Photo Editing & Photo Retouching

Apa Bedanya Photo Retouching Dengan Photo Editing?

Perbedaan Photo Editing & Photo Retouching

Apa Perbedaan Photo Editing & Photo Retouching – Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

Keahlian photo editing dan photo retouching sekarang ini banyak dibutuhkan, baik bagi Anda yang bergerak di bidang percetakan, fotografer, advertising. Kemampuan dan keahlian mengelola gambar menjadi bekal utama agar bisnis yang Anda kelola bisa sukses.

Ada banyak istilah dalam dunia fotografi, dua di antaranya adalah photo editing dan photo retouching. Beberapa fotografer bahkan menggunakan istilah tersebut untuk mengartikan hal yang sama, padahal keduanya merupakah hal yang berbeda. Tentu hal ini menjadi membingungkan, kecuali jika fotografer atau klien menjelaskan apa yang diinginkan atau Anda minta fotografer untuk menjelaskan.

Kenali Apa Itu Pengertian Photo Editing

Proses editing secara umum meliputi mengoreksi pencahayaan, kontras warna, memotong (cut) jika perlu dan menambahkan teks jika diperlukan. Lamanya proses editing tergantung berapa banyak efek yang diinginkan dan berapa banyak foto yang harus diedit. Jadi sebelum melakukan proses editing, fotografer akan mengkurasi foto yang akan digunakan.

Photo editing pada dasarnya memiliki tujuan utama yakni meningkatkan atau mengubah warna pada sebuah foto. Jadi foto yang telah diedit akan memiliki penampilan yang lebih baik atau lebih artistik. Hanya saja tidak ada proses manipulasi yang diterapkan pada foto tersebut

Photo editing akan berfokus pada warna, tone, dan saturasi. Ya, ditambah dengan proses cropping untuk memperbaiki komposisi foto. Jadi, bila Anda menggunakan adobe photoshop atau aplikasi pengolah gambar lainnya, Anda akan banyak menggunakan Curve, Hue Saturation, Vibrance, ataupun Brightness Contrast. Masih banyak panel editing lainnya seperti exposure, shadow, highlight, split toning, noise reduction, dan sebagainya. Lalu, apa bedanya photo editing dengan photo retouching? Pertanyaan ini akan kita bahas sambil jalan yaa.

Photo Editing - Shaniba Creative Industry

Photo Editing Bertujuan untuk Membuat Warna Foto Menjadi Lebih Baik atau Lebih Artistik – Photo by Pietra Schwarzler on Unsplash

Para penyedia layanan photo editing mungkin akan lebih banyak menggunakan aplikasi sejenis Lightroom ketimbang Photoshop karena sangat membantu proses edit foto itu sendiri. Nah berbeda dengan photo retouching yang sudah tentu akan dilakukan di Photoshop dan tidak di Lightroom. Nah mari kita bahas beberapa alat yang sering dan pasti digunakan dalam proses photo editing:

#1 Curve

Curve bisa digunakan untuk memperbaiki kontras. Biasanya foto mentahan, kontrasnya masih bias dan perlu diperbaiki. Nah, bagi Anda yang paham dengan histogram foto tentu memahami fungsi curve ini sangatlah penting. Jadi, sebelum melanjutkan proses editing lebih jauh, pertama-tama perbaiki dahulu warna kontrasnya.

Contohnya pada Photoshop, pilih menu Layer > New Adjustment Layer> Curve. Grafik yang muncul bisa ditarik secara manual atau dengan cara memilih area yang gelap terang. Anda juga bisa menarik garis curve, geser, hingga menemukan kontras yang jelas/sesuai keinginan.

Teknik dasar ini sering diabaikan karena terkesan sepele, padahal banyak sekali manfaatnya. Dan sebenarnya hanya dengan menggunakan curve, Anda bisa melakukan banyak sekali jenis photo editing.

#2 Hue Saturation

Alat satu ini bertujuan untuk melakukan perubahan dari warna foto. Kita dapat menggeser warna yang ada pada foto sesuai dengan roda warna. Alat ini banyak digunakan untuk memperbaiki warna baik dalam proses photo editing maupun photo retouching. Tidak hanya menggeser warna, alat ini juga digunakan untuk merubah tingkat kekuatan dari suatu warna, baik mengurangi ataupun meningkatkan. Namun kita perlu memahami lebih lanjut mengenai apa itu saturasi agar foto kita menjadi lebih baik atau artistik dan bukannya malah menjadi hancur. Hue Saturation sangat berperan sekali dalam menghancurkan penampilan sebuah foto bila tidak digunakan dengan benar.

#3 Fitur Layer Mask

Fitur ini bisa digunakan jika Anda ingin memanipulasi foto. Jadi sesuai dengan namanya, mask berarti topeng dan fungsinya adalah untuk menyembunyikan sesuatu, dan dalam proses photo editing serta photo retouching sudah tentu fungsinya adalah untuk menyembunyikan gambar atau pixel.

Mengapa kita perlu menyembunyikan suatu pixel? Tidak seluruh bagian foto harus diperbaiki, kadand kala kita hanya perlu fokus ke bagian subjek saja, atau pada latar belakang saja. Mungkin latar belakang terlalu terang atau warna kulit subjek terlalu gelap. Kita tidak bisa menggunakan tools curve untuk memperbaiki kedua masalah tersebut secara bersamaan sehigga kita perlu menyembunyikan beberapa bagian dari penyesuaian Curve tersebut agar tidak diterapkan secara keseluruhan.

Misal kita akan menerapkan Curve untuk mengurangi cahaya di latar belakang, maka kita perlu menerapkan masking pada bagian subjek, dan sebaliknya. Masking akan selalu digunakan baik dalam proses photo editing maupun photo retouching

Okey mungkin ini dulu pembahasan mengenai tools pada aplikasi Photoshop. Tools lainnya akan kita bahas dalam artikel terpisah.

Pengertian Photo Retouching

Nah, akhirnya sampai juga dalam bagian ini. Sejak tadi kita sudah membahas banyak hal tentang photo editing serta peralatan yang diguanakan dalam prosesnya. Sekarang kita akan masuk ke dalam pembahasan mengenai photo retouching.

Mari kita pahami kasus ini, bila kita ingin meningkatkan penampilan foto kita, maka kita akan masukkan ke aplikasi editing lalu perbaiki warna, tone, lakukan cropping, kurangi noise dan sebagainya. Kali ini bagaimana jika setelah kita perbaiki semuanya namun ada masalah seperti ini:

  1. Wajah subjek ternyata cukup banyak masalahnya (misal jerawat, bercak, dan sebagainya)
  2. Ada objek sampah masuk ke dalam komposisi foto sehingga sangat mengganggu
  3. Bentuk subjek terutama produk (dalam foto produk) tidak maksimal karena ada bagian penyok

Ketiga masalah ini tidak akan bisa kita selesaikan hanya dengan Curve ataupun peralatan photo editing apapun. Kita harus melakukan proses manipulasi lebih lanjut dan melakukan perubahan pada struktur pixel pada sebuah foto. Menambal, menghapus, ataupun menambah informasi pada pixel adalah proses yang dilakukan dalam photo retouching

Memahami Photo Retouching Lebih Lanjut

Jadi, bisa dibilang photo retouching adalah proses lebih lanjut dalam melakukan manipulasi pada foto yang sudah masuk ke ranah perombakan pada struktur pixelnya. Contoh nyatanya bila kita mengunjungi klinik kecantikan dan diberi sebuah krim pemutih. Krim tersebut akan melakukan perubahan pada lapisan terluar kulit kita tanpa merubah bentuk wajah kita kan? Nah, lain halnya dengan operasi plastik, proses satu ini benar-benar melakukan perombakan pada struktur wajah kita. Penggunaan krim wajah mirip dengan proses photo editing dan operasi plastik mirip dengan proses photo retouching bila dibandingkan dengan dunia nyata.

Photo retouching akan membuat foto Anda jadi tampak berbeda dari sebelumnya. Proses yang umum dilakukan seperti menghilangkan noda, mencerahkan/menghaluskan warna kulit, warna gigi, melepaskan kawat. Retouching juga bisa untuk menghilangkan seseorang atau suatu objek yang tidak diinginkan berdasarkan permintaan klien.

Biasanya untuk pekerjaan ini, fotografer akan memberikan tambahan biaya. Prosesnya membutuhkan waktu yang lebih lama, hingga beberapa jam. Hal inilah yang membuat orang-orang enggan untuk mempelajari teknik photo retouching dan lebih memilih untuk menggunakan jasa freelancer atau studio foto agar lebih efisien dan efektif.

Photo Retouching -Shaniba Creative Industry

Photo Retouching Melakukan Perubahan pada Struktur Pixel Foto – Photo by Pietra Schwarzler on Unsplash

Apa Itu Highend Photo Retouching

Beberapa dari kita mungkin sudah pernah mendengar tentang hal ini. Highend Photo Retouching adalah proses retouching yang sangat mendetail dan biasanya diterapkan pada foto berkualitas serta beresolusi tinggi. Proses retouching ini akan melakukan manipulasi pada foto tanpa mengurangi kualitas foto tersebut misal seperti ini:

  1. Memperbaiki wajah subjek tanpa merusak tekstur kulitnya, atau memperbaiki tekstur kulit tanpa merusak warna kulit itu sendiri
  2. Memperbaiki dan melakukan penggambaran ulang pada rambut sehingga tampak sangat nyata
  3. Menggabungkan beberapa foto sekaligus dengan hasil akhir yang tampak sangat nyata
  4. Menghilangkan kerutan pada kulit atau pakaian tanpa merusak teksturnya

Highend photo retouching memang biasanya diterapkan untuk kebutuhan komersial atau profesional. Hal ini dikarenakan proses pengerjaannya yang butuh waktu cukup lama dan tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Biaya jasa highend photo retouching pun cukup tinggi dari ratusan ribu hingga jutaan. Namun hasil dari proses ini bisa kita lihat dari beragam foto-foto yang dipajang di billboard atau iklan foto komersial. Foto-foto yang digunakan sangatlah sempurna dan semua itu membutuhkan proses highend photo retouching.

Software Untuk Photo Editing dan Photo Retouching

Membahas mengenai retouching dan photo editing tidak akan lepas dari software atau aplikasi yang ditujukan untuk mendukung proses pengerjaan. Tujuan penggunaan software edit foto adalah agar hasil gambar berkualitas dan sesuai dengan keinginan.

Sebenarnya software yang digunakan baik untuk photo editing maupun photo retouching adalah sama atau sebagian sama. Hanya saja beberapa software mungkin memang difokuskan untuk editing dan yang lainnya dapat digunakan untuk kebutuhan apapun. Software yang didedikasikan untuk photo editing sudah tentu lebih ringan bila dijalankan di komputer Anda karena tidak memiliki fitur selengkap photo retouching.

Adapun beberapa software edit foto yang umumnya digunakan oleh para fotografer profesional adalah:

#1 Adobe Photoshop

Dalam pembahasan cara retouching pada wajah kita sudah membahas sekilas mengenai Adobe Photoshop. Aplikasi ini bisa dibilang software sejuta umat dan memang dianjurkan dikalangan fotografer. Kelebihannya memiliki banyak fitur yang memadai untuk mendukung proses foto editing dan retouching. Hanya saja, aplikasi ini memiliki panel yang jumlahnya sangat banyak sehingga butuh waktu cukup banyak untuk menguasainya. Photoshop dapat digunakan baik untuk photo editing maupun photo retouching.

#2 Adobe Lightroom

Software yang satu ini spesifikasinya tidak terlalu besar, direkomendasikan karena mampu mengolah foto mentah hingga matang. Selain itu software ini mendukung proses mengolah foto dengan menggunakan fitur blurring, red-eye removal, distortion, sharpening dan embossing. Lightroom sangat berfokus pada photo editing sehingga panelnya jauh lebih sedikit daripada Photoshop dan sudah tentu sangat mempercepat proses editing Anda karena tidak perlu membuka tools editing satu persatu. Semua panel sudah terbuka hanya tinggal menggeser slider untuk melakukan editing.

Lightroom juga berfungsi seperti galeri, jadi Anda bisa mengedit banyak foto sekaligus, melakukan copy paste hasil editing, dan membuat kolase foto. Sangat berbeda sekali dengan Photoshop yang hanya berfokus pada satu foto dalam satu waktu. Sesuai dengan fungsinya, Anda mungkin akan kesulitan dan mungkin tidak akan bisa menjalankan proses retouching di lightroom karena batasan fiturnya.

#3 Photoscape

Software gratisan ini dilengkapi berbagai fitur menarik dan cukup simple. Dapat digunakan untuk Anda yang menginginkan berbagai efek, seperti vintage atau modern. Bila Anda bertanya apa bedanya dengan photoshop, jawabannya adalah fiturnya. Sebagai software berbayar dan cukup mahal, Photoshop memiliki fitur yang sangat banyak serta peralatan yang berbasis artificial intelligence untuk membantu proses kerja photo editing dan photo retouching Anda.

#4 GIMP

Sama halnya dengan Photoscape, software GIMP juga bisa Anda download gratis. Menyediakan berbagai fitur, seperti filter, layer, crop, color correction, resize dan fitur yang lainnya. Selain itu, software ini juga mendukung kompatibilitas membaca foto dalam format JPG sampai PSD. Bisa diinstal pada perangkat laptop atau komputer yang menggunakan sistem operasi berbasis Linux, Windows, maupun Mac.

Masih banyak software photo editing lainnya yang tidak dapat kita sebutkan satu per satu misal dari Corel maupun Affinity, tapi pada dasarnya penggunaannya serta nama-nama peralatan yang disediakan di dalamnya tetaplah sama. Oleh karena itu mempelajari dasar photo retouching dan photo editing adalah hal terpenting daripada pilihan softwarenya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa aplikasi dari Adobe-lah yang memiliki fitur termatang dan paling banyak digunakan oleh profesional.

Menggunakan Jasa Layanan Photo Editing dan Photo Retouching

Bila Anda membutuhkan perbaikan pada foto Anda namun merasa kesulitan dalam menggunakan software editing karena kurang pengalaman. Ada banyak pihak yang dapat membantu menyelesaikan masalah Anda misalnya editor foto freelance ataupun studio fotografi.

Pertanyaannya adalah, siapa dan studio mana yang bagus untuk menyelesaikan beragam masalah pada foto kita? Salah satu yang cukup direkomendasikan adalah Shaniba Creative Industry. Studio foto satu ini memiliki layanan yang berfokus pada fotografi komersial. Yaa, studio foto komersial sudah pasti memiliki layanan photo editing dan photo retouching karena menjadi layanan yang wajib ada. Bahkan Shaniba Creative Industry juga melayani kebutuhan highend photo retouching.

Harga layanan photo retouching yang disediakan pun cukup terjangkau serta bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Seluruh proses dari pengiriman berkas foto, review hasil kerja, hingga penyerahan berkas foto jadi dapat dilakukan secara online sehingga sangat efisien. Anda bisa mempellajari lebih lanjut tentang layanan yang diberikan melalui website official Shaniba Creative Industry di shanibacreative.com. Atau bisa juga hubungi customer service melalui Whatsapp ke 081 911 911 999

Demikian ulasan mengenai perbedaan photo retouching dengan photo editing serta software yang bisa digunakan untuk mendukung proses keduanya. Menurut Anda di antara keduanya mana yang lebih mudah dan bagus hasilnya? Silakan tulis jawaban di kolom komentar yang sudah kami sediakan, boleh juga berbagi cerita atau pengalaman yang unik dan seru seputar dunia fotografi.

Bagikan artikel ini ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *